Senin, 08 April 2013

Mengampuni (Matius 18:22)



Hal mengampuni mudah untuk dikatakan sulit untuk dilakukan. Ada beberapa orang mengatakan memaafkan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apakah itu benar? Sebagian orang mengatakan hal itu benar, tetapi sebagian orang lagi tidak.



Untuk yang mengatakan benar bahwa mengampuni itu tidak semudah membalikkan telapak tangan rata-rata menaruh atau menyimpan lebih dalam(banyak) sakit hati. Sehingga untuk hal mengampuni itu sangat suli dilakukan. Dan biasanya kalaupun mau untuk mengampuni orang tersebut akan meminta balasan.




Nah untuk yang mengatakan tidak, bahwa mengampuni itu justru harus gampang dan murah. Tidak boleh berlarut-larut. Sesakit atau sejelek apapun tetap harus bisa mengampuni dengan hati yang tulus. Kenapa harus tulus? Karena didalam ketulusan itu tidak ada menuntut balas atau menuntut apapun.




Didalam Alkitab yang tertulis di Matius 18:22 “Yesus berkata kepadanya, “bukan! aku berkata kepadamu: bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”




Ada orang yang menafsirkan berarti setiap kita mengampuni harus sejumlah dengan apa yang Alkitab katakan yaitu 490. Tuhan tidak bermaksud untuk mengatakan demekian melainkan perhatikan dalam kalimat,  kata terakhir ada kata “kali”. Yang berarti tidak terbatas seberapa banyak kita harus mengampuni. Tetapi intinya adalah mengampuni itu wajib hukumnya bagi kita umat Kristen. Karena kalau hal yang baik lain kita bisa lakukan tetapi ini tidak sama saja dengan ketika kita memasak telur yang berjumlah 10. Telur pertama kita pecahkan kedalam wadah, telur kedua, dan sampai yang kesembilan selanjutnya yang terakhir telur yang kesepuluh kita pecahkan dan memasukkan dalam wadah bercampur telur kesembilan tadi, eh… ternyata telur kesepuluh tersebut busuk dan semua telur dalam wadah terkontaminasi dan tidak berguna. Dari ilustrasi telur diatas menggambarkan bahwa seorang Kristen harus melakukan semua hal yang Tuhan katakan terlebih soal mengampuni karana. Jelas dan terang dijelaskan dalam Matius 6:12. “Ampunilah kesalahan kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. So. Agar kita diampuni maka kita harus mengampuni.




Kenapa kita harus mengampuni orang yang mungkin telah berbuat salah pada kita atau menyakiti kita? Logika nya seperti ini, orang yang kita benci itu ciptaan siapa? Tuhan bukan! Ya pastinya. Nah… secara tidak langsung kita telah berkata kepada Tuhan. “Tuhan mengapa engkau menciptakan orang yang jahat ini ada dalam kehidupan ku, dia telah menyakiti ku.. kenapa Tuhan?..” artinya Tuhan gagal dalam mencipta, nah secara tidak langsung juga kita membenci penciptanya, karena sudah gagal menciptakan orang yang telah berbuat jahat pada kita. Apa hak kita???? Dan siapa kita??




Jadi, itulah jawaban mengapa kita harus mengampuni. Kita sebagai orang Kristen harus memiliki Iman, pengharan dan kasih. Itu semua bertujuan untuk kita bisa bersama masuk dalam Kerajaan Surga nantinya. Tuhan Yesus Memberkati. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar